Teruntuk tuhan dan hamba-nya
Dulu, aku sama seperti makhluk yang bertuhan lainnya. Seorang hamba yang sangat memuja Tuhannya
Sampai akhirnya, keimanan ku dinodai oleh mereka yang mengaku hamba Tuhan garis terdepan
Aku kecewa, kepada mereka bahkan kepada sang tuhan sendiri
Drama macam apa !! Permainan macam apa yang Tuhan permainkan ?
Dan kini, salahkah aku yang bertahan dengan keimanan yang sekarat ?
Salahkah aku yang memaki tuhan didepan para hambanya ?
Salahkah aku mengekpresikan kekecewaan ku ?
Aku sendiri, berdiri dengan keimanan yang berada di titik nadir



Komentar
Posting Komentar